Mengenal akar, filosofi nama, dan perjalanan awal terbentuknya dusun.
Nama Ringin Harjo terdiri dari dua kata:
"Secara keseluruhan berarti tempat yang teduh seperti pohon beringin, tempat masyarakat hidup makmur, sejahtera, gemah ripah loh jinawi — sejahtera lahir batin penuh keberkahan."
Berdasarkan cerita turun-temurun, dusun ini tumbuh dari permukiman yang terbentuk sejak lama melalui program pemerintah (transmigrasi). Diawali dengan kedatangan para penduduk dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang ingin mencari tempat tinggal aman, subur, dan strategis akibat semakin padatnya penduduk di Jawa saat itu.
Wilayah ini dulunya berupa perumahan papan yang disiapkan pemerintah, dikelilingi hutan dan aliran sungai. Para leluhur membuka hutan, menanam tanaman pangan, hidup sederhana, saling membantu, serta memegang teguh adat istiadat di mana gotong royong menjadi budaya utama sejak tanah ini dihuni.
Seiring berjalannya waktu, di tengah dusun terdapat sebuah pohon beringin tua yang besar dan rindang. Tempat tersebut sering dijadikan titik kumpul warga untuk beristirahat, bertukar pikiran, dan menyelesaikan masalah bersama. Dari sinilah wilayah ini dinamakan Ringin Harjo, sebagai doa agar seluruh warganya senantiasa hidup makmur dan berlindung dalam kebersamaan.
Seiring semakin padatnya penduduk dan berkembangnya kehidupan bermasyarakat, wilayah ini secara resmi ditetapkan sebagai Dusun Ringin Harjo. Bapak SUPARDI dipercaya dan ditetapkan sebagai Kepala Dusun pertama yang memimpin dan mengatur tata kelola dusun. Di bawah kepemimpinannya, batas wilayah ditetapkan, struktur pengurus dibentuk, dan pelayanan kepada warga mulai tertata dengan baik, meletakkan dasar pemerintahan yang jujur dan mengutamakan kepentingan bersama.